Langsung ke konten utama

Dinamika Sistem Politik Indonesia (4)


BAB 4 Dinamika Gerakan Sosial

Gerakan sosial terbentuk karena ada rasa tidak puas/kekecewaan terhadap suatu kepemimpinan, atau peraturan  yang diberlakukan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Gerakan sosial terbentuk dari beberapa tahapan, seperti adanya kondisi atau keadaan yang memungkinkan, adanya beberapa perubahan jangka pendek, mengidentifikasi keterpurukan sosial, faktor adanya kerusuhan,peranan pemimpin dalam mobilisasi, dan juga kontrol sosial. Tujuan gerakan sosial sendiri untuk menciptakan tatanan baru yang lebih baik.Teori fungsionalisme menganggap bahwa gerakan sosial bersifat negatif,karena selalu ada reorganisasi yang sering menimbulkan konflik dan keresahan bagi masyarakat.Namun, menurut teori konflik, gerakan sosial justru gerakan yang positif, karena gerakan sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan perubahan dan pembenahan sosial. Jadi kesimpulannya gerakan soial akan menjadi gerakan positif apabila memberikan banyak manfaat tetapi bila tidak ada manfaatnya sama sekali bahkan merugikan,itu akan menjadi gerakan yang bersifat negatif.
Gerakan sosial sejatinya juga membutuhkan peranan elite untuk mengendalikan ,menggerakan, memutuskan, dan membuat kebijakan yang lebih luas. Namun juga ada yang berpendapat bahwa peran elite hanya sebatas menolak/membatalkan keputusan yang dibuat oleh atasan.Kedudukan elite hanya sementara dan suatu saat akan ada pergantian dari elite menjadi non elite.Sedangkan peranan masyarakat sipil dan Negara yaitu bahwa masyarakat diharapkan menjadi penyeimbang peranan Negara dalam mengelola masalah politik, ekonomi, dan sosial. Masyarakat sipil lahir karena adanya ruang publik yang bebas, dengan adanya kebebasan tindakan politik mudah terlaksana. Tugas lain dari masyarakat sipil adalah mengejar tujuan yang mereka inginkan dengan kesepakatan bersama.Hubungan ketiganya ada pada saat masyarakat sipil merasa dirinya lemah, pada saat itulah peran elite khususnya cendekiawan untuk memberikan semangat dan dorongan untuk melakukan perubahan dalam melaksanakan suatu gerakan sosial. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinamika Sistem Politik Indonesia

BAB 1 Sistem Politik Indonesia Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sering membicarakan masalah-masalah politik. Di Indonesia terdapat banyak partai politik.Setiap partai memiliki visi dan misi   yang berbeda-beda, tujuannya untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Di dalam perpolitikan pasti   ada Sistem Politik.Saya akan menjelaskan tentang   sistem politik di Indonesia, namun sebelum kita membahas secara mendalam tentang sisitem politik di Indonesia saya ingin menjelaskan tentang kata sistem dan politik terlebih dahulu.   Sistem dapat kita artikan sebagai suatu hal atau mungkin bisa kegiatan yang di dalamnya terdapat unsur-unsur yang tidak dapat berdiri sendiri karena saling berhubungan/berkaitan satu dengan yang lainnya. Apabila salah satu unsur dari kegiatan tersebut tidak dijalankan, maka hal yang diinginkan juga sulit untuk dicapai, atau bahkan tidak tercapai sama sekali. Jika sistem kita kuat, tujuan akan mudah untuk dicapai. Sedangkan politik ad...

Dinamika Sistem Politik Indonesia (3)

Bab 3 Budaya dan Partisipasi Politik Budaya politik merupakan nilai-nilai yang melekat dalam diri masyarakat dan menjadi suatu kebiasaan sehingga mereka sadar, pentingnya berpartisipasi menentukan kebijakan publik. Masyarakat itu bermacam-macam, ada yang sangat tinggi kesadaran politiknya (Budaya politik partisipan), ada yang tingkat partisipasinya sangat tinggi namun belum ada kemauan untuk menerapkan kebijakan yang dibuat pemerintah (budaya politik kaula), dan ada juga yang sama sekali mengacuhkan masalah-masalah politik (budaya politik parokial).Sedangkan budaya politik di Indonesia pada dasarnya masih sama dari masa ke masa.Bahkan di era reformasi saat ini masyarakat cenderung mengejar status daripada memikirkan kemakmuran/ kesejahteraan bersama, kekuasaan terpusat pada kalangan elite politik saja.Tetapi perubahan yang drastispun terjadi saat era reformasi,dimana sistem politik lebih demokratis, seperti halnya dengan diadakannya pemilu, masyarakat bebas memilih sesuai kehendak ...

Arak-Arakan (Kirab Khotmil Quran)

     Arak-arakan merupakan salah satu kebudayaan yang dilakukan oleh kebanyakan warga kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk merayakan/memeriahkan acara Khotmil Quran. Pelaksanaanya pada bulan-bulan tertentu seperti Rajab dan Mulud (Rabiul Awwal).  Acara seperti ini merupakan salah satu pendorong bagi anak-anak   khususnya, untuk semangat dalam mempelajari ayat-ayat al-Quran.  Kebanyakan orang tua akan menjanjikan kepada anaknya apabila telah menamatkan al-Quran sebanyak 30 juz maka akan di naikan kuda. Sewa kuda untuk acara arak-arakan tidaklah murah, harganya bervariasi dari 800 ribu hingga 2 juta, tergantung seberapa bagus atraksi yang bisa dilakukan oleh kuda tersebut. Semakin bagus kuda semakin mahal harga sewa. Biaya lain seperti sewa grup sholawat dan memberi jatah makan untuk orang-orang yang ikut mengarak semua butuh biaya yang cukup banyak. Bahkan jika ada yang ingin lebih meriah bisa ditambah dengan sewa drumband...